Panduan KDM (Key Delivery Message) untuk DCP Terenkripsi
KDM adalah kunci digital yang membuka DCP terenkripsi di server bioskop tertentu. Kenali cara kerja, data yang diperlukan, masa berlaku, dan tips menghindari kendala saat tayang.
Daftar isi
Ketika sebuah film dirilis dalam bentuk DCP terenkripsi, file di hard drive saja tidak cukup untuk memutarnya. Bioskop juga membutuhkan KDM atau Key Delivery Message, sebuah file kecil berisi kunci yang membuka konten di perangkat tertentu dan pada rentang waktu tertentu.
Bagi produser, distributor, maupun pengelola acara, memahami cara kerja Key Delivery Message sangat penting. Kesalahan kecil, seperti salah memasukkan sertifikat atau zona waktu, dapat membuat film gagal diputar tepat di hari penayangan. Panduan ini menjelaskan konsep, alur, dan tips praktis seputar kunci DCP.
Apa Itu KDM dan Mengapa Dibutuhkan?
DCP dapat dienkripsi menggunakan algoritma AES 128-bit. Setiap file gambar dan audio terenkripsi memiliki kunci konten sendiri. Tanpa kunci tersebut, server bioskop tidak bisa membaca isi file meskipun paketnya sudah berhasil di-ingest.
KDM adalah file XML yang membawa kunci konten tersebut secara aman. Kunci di dalamnya dienkripsi lagi dengan kunci publik dari sertifikat perangkat penerima. Artinya, hanya perangkat yang memiliki pasangan kunci privat yang sesuai yang dapat membuka KDM itu. Mekanisme ini diatur dalam spesifikasi DCI dan standar SMPTE ST 430.
Dengan sistem ini, pemilik film dapat mengendalikan di mana dan kapan film diputar. Jika drive hilang atau disalin tanpa izin, isinya tetap tidak bisa ditonton.
Cara Kerja KDM pada Server Bioskop
Setiap sistem pemutaran digital memiliki komponen keamanan, yang dikenal sebagai media block. Pada sistem lama, komponen ini berada di server. Pada banyak sistem baru, ia terintegrasi di proyektor sebagai Integrated Media Block atau IMB. Komponen ini memiliki sertifikat digital unik yang terikat pada perangkat fisiknya.
Saat KDM dimasukkan ke server, sistem akan mengecek beberapa hal:
- Apakah KDM ditujukan untuk sertifikat perangkat tersebut.
- Apakah KDM terhubung dengan CPL yang benar, karena setiap KDM dibuat untuk komposisi tertentu.
- Apakah waktu pemutaran berada di dalam rentang masa berlaku.
- Apakah format KDM, Interop atau SMPTE, cocok dengan DCP dan perangkat.
Jika semua syarat terpenuhi, server dapat mendekripsi konten secara real time selama pemutaran. Jika satu saja gagal, film tidak akan diputar.
Data yang Dibutuhkan untuk Membuat KDM
Pembuatan Key Delivery Message membutuhkan informasi yang akurat dari pihak bioskop. Biasanya data berikut perlu dikumpulkan sebelum tanggal tayang:
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Sertifikat perangkat | File sertifikat server atau IMB untuk setiap layar yang akan memutar film |
| Nama bioskop dan nomor studio | Membantu mencocokkan KDM dengan lokasi yang benar |
| Tanggal dan jam mulai | Awal masa berlaku kunci |
| Tanggal dan jam berakhir | Akhir masa berlaku kunci |
| Zona waktu | Penting untuk Indonesia yang memiliki WIB, WITA, dan WIT |
| CPL yang dituju | Versi film yang akan diputar, misalnya versi bersubtitle |
Bioskop umumnya menyimpan sertifikat perangkatnya dan dapat mengirimkannya bila diminta. Beberapa jaringan juga mengelola daftar perangkat terpercaya atau Trusted Device List untuk memudahkan proses ini.
Peran DKDM
Dalam alur distribusi, ada juga istilah DKDM atau Distribution KDM. DKDM adalah KDM yang ditujukan ke sistem pembuat kunci, bukan ke server bioskop. Dengan DKDM, pihak yang berwenang dapat menerbitkan KDM baru untuk banyak lokasi tanpa harus mengakses kunci asli secara langsung. Cara ini lazim dipakai saat film dirilis di banyak layar. Karena sangat berharga, DKDM harus disimpan dengan aman dan hanya dibagikan kepada pihak yang benar-benar berwenang.
Masa Berlaku dan Pengaturan Waktu
Masa berlaku adalah sumber masalah yang paling sering terjadi. KDM yang mulai berlaku terlalu dekat dengan jam tayang berisiko gagal bila jam server sedikit berbeda. Sebaliknya, masa berlaku yang terlalu panjang mengurangi kendali atas pemutaran.
Sebagai praktik umum, mulailah masa berlaku beberapa waktu sebelum uji putar dan akhiri sedikit setelah jadwal tayang terakhir. Perhatikan pula zona waktu. Film yang tayang di Makassar atau Jayapura perlu KDM yang memperhitungkan WITA atau WIT, bukan hanya WIB.
Menyusun Jadwal Penerbitan Kunci
Untuk rilis di banyak lokasi, buatlah daftar layar beserta tanggal tayang masing-masing. Kumpulkan sertifikat jauh hari, terbitkan kunci secara bertahap, lalu minta konfirmasi dari teknisi setiap bioskop bahwa file sudah dimasukkan ke server. Jika masa tayang diperpanjang, siapkan penerbitan ulang sebelum kunci lama berakhir agar pemutaran tidak terputus di tengah jadwal.
Masalah Umum dan Cara Mencegahnya
Beberapa kendala berikut sering ditemui di lapangan:
- Sertifikat salah atau usang: terjadi bila proyektor atau server baru saja diganti. Selalu minta sertifikat terbaru.
- KDM untuk CPL yang berbeda: misalnya KDM dibuat untuk versi tanpa subtitle, padahal bioskop memutar versi bersubtitle.
- Masa berlaku belum aktif atau sudah lewat: periksa kembali tanggal, jam, dan zona waktu.
- Format tidak cocok: pastikan jenis KDM sesuai dengan DCP Interop atau SMPTE yang dikirim.
- KDM belum di-ingest: file sudah dikirim lewat email, tetapi belum dimasukkan ke server oleh teknisi.
Uji putar sebelum hari penayangan adalah cara terbaik untuk menemukan masalah lebih awal. Bila Anda masih menimbang perlu tidaknya enkripsi, baca juga artikel enkripsi DCP dan keamanan film.
Penutup
KDM adalah kunci yang memastikan DCP terenkripsi hanya bisa diputar di perangkat yang sah dan pada waktu yang disepakati. Keberhasilannya bergantung pada sertifikat yang tepat, CPL yang benar, masa berlaku yang wajar, serta zona waktu yang akurat.
INDO DCP melayani pembuatan DCP terenkripsi beserta KDM untuk rilis bioskop, festival, maupun pemutaran khusus. Lihat layanan kami atau hubungi INDO DCP untuk mengatur kebutuhan kunci film Anda.