Spesifikasi Teknis Cinema Advertisement DCP yang Wajib Dipenuhi
Iklan bioskop harus memenuhi standar teknis yang ketat agar bisa diputar di server sinema. Simak spesifikasi lengkap cinema advertisement DCP, dari resolusi hingga penamaan paket.
Daftar isi
Materi iklan untuk bioskop tidak bisa dikirim dalam format video biasa. Server sinema hanya memutar Digital Cinema Package, dan setiap paket harus memenuhi standar yang ditetapkan industri. Memahami spesifikasi cinema advertisement DCP akan membantu agensi dan rumah produksi menyiapkan materi tanpa revisi berulang.
Artikel ini merangkum spesifikasi teknis yang perlu Anda perhatikan, baik untuk file master yang diserahkan maupun untuk DCP akhir. Gunakan panduan ini sebagai daftar periksa sebelum menyerahkan materi ke penyedia jasa DCP atau pengelola media iklan bioskop.
Mengapa Spesifikasi Iklan Bioskop Begitu Ketat
Iklan diputar dalam rangkaian pre-show bersama trailer dan iklan lain, lalu dilanjutkan dengan film utama. Rangkaian ini disusun dalam satu playlist di server bioskop. Jika satu materi memiliki frame rate, rasio, atau level audio yang berbeda jauh, transisi bisa terasa janggal atau bahkan menghentikan playlist.
Selain itu, server melakukan validasi saat ingest. Paket yang strukturnya tidak sesuai standar akan ditolak. Karena satu iklan bisa dikirim ke banyak lokasi sekaligus, kesalahan kecil dapat berlipat ganda dan menghambat jadwal kampanye.
Spesifikasi Gambar Cinema Advertisement DCP
Gambar di dalam DCP disimpan sebagai rangkaian frame JPEG2000 dalam kontainer MXF, dengan ruang warna XYZ. Berikut parameter utamanya:
| Parameter | Spesifikasi umum |
|---|---|
| Resolusi 2K Flat | 1998×1080 (rasio sekitar 1.85:1) |
| Resolusi 2K Scope | 2048×858 (rasio sekitar 2.39:1) |
| Resolusi 4K | 3996×2160 Flat atau 4096×1716 Scope |
| Frame rate | 24 fps (paling umum), 25 atau 48 fps bila didukung |
| Kompresi | JPEG2000, maksimal 250 Mbps |
| Ruang warna | XYZ, dikonversi dari master DCI-P3 atau Rec.709 |
Untuk iklan, kontainer Flat 2K pada 24 fps adalah pilihan paling aman. Format ini kompatibel dengan hampir semua server dan proyektor digital. Namun, beberapa jaringan bioskop atau pengelola media mungkin memiliki ketentuan sendiri, jadi selalu konfirmasikan sebelum produksi dimulai.
Rasio Gambar dan Letterbox
Jika materi Anda dibuat dalam rasio 16:9, gambar akan ditempatkan di dalam kontainer Flat dengan sedikit bar hitam di sisi kiri dan kanan. Ini wajar dan tidak mengurangi kualitas. Yang perlu dihindari adalah meregangkan gambar agar memenuhi bingkai, karena proporsi objek dan wajah akan terlihat tidak alami.
Teks, Logo, dan Area Aman
Teks yang terbaca jelas di monitor bisa tampak berbeda di layar selebar dinding. Letakkan logo, harga promo, alamat situs, atau informasi kontak di dalam area aman, tidak terlalu dekat dengan tepi bingkai. Gunakan ukuran huruf yang cukup besar dan beri waktu tampil yang memadai. Hindari garis sangat tipis atau pola rapat, karena detail seperti ini rawan berkedip dan sulit dibaca saat diproyeksikan.
Spesifikasi Audio
Audio DCP menggunakan PCM tanpa kompresi, 24-bit, 48 kHz. Konfigurasi 5.1 sangat disarankan agar dialog keluar dari speaker tengah dan efek terdistribusi dengan baik di auditorium. Mix stereo masih bisa diterima, tetapi hasilnya kurang optimal di ruang bioskop.
- Urutan kanal 5.1: L, R, C, LFE, Ls, Rs.
- Durasi audio harus sama persis dengan durasi gambar.
- Level dibuat untuk ruang bioskop yang terkalibrasi, bukan untuk televisi.
- Hindari clipping dan kompresi dinamika yang berlebihan.
Penjelasan lengkap tentang kanal dan mapping dapat dibaca di artikel format audio DCP 5.1 dan 7.1.
Spesifikasi File Master yang Diserahkan
Kualitas DCP sangat bergantung pada kualitas master. Hindari mengirim file yang sudah dikompresi berat untuk keperluan online, karena artefaknya akan terlihat jelas di layar lebar. Format master yang umum diterima antara lain:
- Video ProRes 422 HQ atau ProRes 4444.
- DNxHR HQX atau format intermediate berkualitas tinggi sejenis.
- Image sequence seperti TIFF atau DPX untuk alur kerja yang lebih ketat.
- Audio WAV 24-bit 48 kHz, terpisah per kanal atau multikanal terdokumentasi.
Sertakan pula catatan teknis berisi durasi pasti, frame rate, rasio, ruang warna master, dan konfigurasi audio. Informasi ini mempercepat proses dan mengurangi risiko salah tafsir.
Durasi, Penamaan, dan Enkripsi
Durasi iklan harus tepat sesuai slot yang dibeli. Kelebihan beberapa frame bisa menjadi masalah dalam playlist yang tersusun rapat. Karena itu, hitung durasi dalam jumlah frame, bukan sekadar detik, dan pastikan tidak ada frame hitam berlebihan di awal maupun akhir.
Nama paket sebaiknya mengikuti Digital Cinema Naming Convention dengan jenis konten ADV untuk iklan. Nama yang konsisten memuat judul, jenis konten, rasio, bahasa, format audio, resolusi, dan standar paket. Ini membantu operator bioskop memilih materi yang benar di antara puluhan paket lain.
Iklan pada umumnya dikirim tanpa enkripsi agar mudah diputar di berbagai lokasi tanpa KDM. Jika materi bersifat rahasia sebelum peluncuran, enkripsi tetap bisa diterapkan dengan konsekuensi pengelolaan kunci untuk setiap server.
Standar Paket: Interop atau SMPTE
DCP iklan dapat dibuat dalam standar Interop maupun SMPTE. SMPTE adalah standar yang lebih baru dan menjadi arah industri, sementara Interop masih ditemui di sebagian sistem lama. Pilihan standar sebaiknya mengikuti permintaan pengelola media atau jaringan bioskop tujuan. Pembahasannya ada di artikel Interop vs SMPTE DCP.
Penutup
Spesifikasi cinema advertisement DCP mencakup gambar JPEG2000 dalam kontainer Flat atau Scope, frame rate 24 fps, audio PCM 24-bit 48 kHz, durasi yang presisi, serta penamaan paket yang konsisten. Memenuhi semua ketentuan ini membuat iklan Anda tampil mulus dalam rangkaian pre-show.
INDO DCP siap membantu mengonversi materi iklan Anda menjadi DCP yang sesuai standar dan lolos ingest. Coba kalkulator estimasi biaya kami atau hubungi tim INDO DCP untuk berdiskusi tentang spesifikasi kampanye Anda.