info@indodcp.com
Jakarta, Indonesia
July 8, 2020

Bioskop Dibuka Lagi: Cek Tanggal dan Protokol Kesehatannya

Masyarakat Indonesia gempar oleh kabar gembira bahwa bioskop dibuka lagi.

Pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak permulaan tahun 2020 telah membuat aktivitas hiburan menjadi lesu di Indonesia. Taman bermain, tempat hiburan, hingga bioskop ditutup secara total oleh pemerintah sebagai respon atas situasi darurat Corona.

Ini bisa dilihat dari bioskop se-DKI Jakarta yang bahkan tutup sejak 23 Maret silam. Masyarakat kita yang terbiasa mengonsumsi film-film di layar raksasa itu pun harus menahan keinginannya karena pemerintah menghimbau agar kita tetap di rumah dan menghindari segala kegiatan yang kiranya dihadiri banyak orang.

Sungguh berita yang membahagiakan karena telah sekian lama, pemerintah akhirnya kembali membuka kesempatan bagi para industri hiburan seperti bioskop dibuka lagi untuk kembali memanaskan kursinya.

29 Juli, Bioskop dibuka lagi

Dua orang petugas melakukan penyemprotan disinfektan di area tempat duduk bioskop. /Dok: wartakota.tribunnews.com
Dua orang petugas melakukan penyemprotan disinfektan di area tempat duduk bioskop. /Dok: wartakota.tribunnews.com

Djonny Syafruddin, kepala Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mengumumkan bahwa jaringan bioskop di seluruh Indonesia akan kembali beroperasi secara serentak mulai tanggal 29 Juli 2019.

Bioskop yang dipayungi GPBSI sendiri mecakup: Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex.

Berikut ujaran Djonny pada siaran pers hari Selasa (07/07/20), "Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan sepakat untuk kembali operasional terhitung mulai Rabu 29 Juli 2020, serentak di seluruh Indonesia."

Keputusan ketua GPBSI ini dibuat dengan mempertimbangkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dalam Masa Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Walau demikian, anggota GPBSI berpendapat bahwa mereka membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk mempersiapkan protokol kesehatan agar berjalan dengan lancar, mengikuti aturan new normal.

Hal tersebut didasarkan kepada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Djonny mengungkapkan bahwa 2-3 minggu itu akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan sejumlah hal. Berikut yang dia sebutkan.

Pertama, persiapan materi komunikasi dan sosialisasi penerapan Protokol Kenormalan Baru di lingkungan bioskop.

Kemudian, proses edukasi dan pelatihan kepada seluruh pegawai bioskop mengenai penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop.

Dan yang terakhir adalah komunikasi kepada rumah-rumah produksi mengenai kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat beroperasi lagi secara aktif.

Perhatikan 4 Hal Ini Setelah Bioskop Dibuka Kembali

Ilustrasi kursi berwarna merah bioskop.
Ilustrasi kursi berwarna merah bioskop.

Kita boleh kembali berkunjung ke bioskop. Tapi jangan mengira bahwa kamu bisa langsung melenggang ke masuk tanpa persiapan apapun. Akibat pandemi yang belum benar-benar surut, kita masih diminta supaya mengindahkan anjuran dan protokol kesehatan agar kemungkinan terburuk bisa dihindari.

Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah telah membuat beberapa aturan mengenai pengoperasian bioskop. Anda yang sebagai pengunjungnya maupun pemiliknya perlu mengetahui hal-hal di bawah ini.

1. Kapasitas Pengunjung

Untuk menghindari penularan Covid-19, pemerintah membatasi jumlah pengunjung yang hadir di dalam teater, yaitu sebesar 50%. Ini dianggap sebagai jumlah aman bagi gedung yang biasanya penuh oleh manusia itu.

Selain itu, pengelola bioskop juga dihimbau agar mengatur kursi penonton secara berselang-seling. "Jarak antar kursi penonton diatur berselang-seling satu kursi yakni kursi yang terisi akan diselingi dengan satu kursi kosong," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia.

2. Tiket

Untuk megurangi kontak langsung antar satu orang dengan lainnya, pemerintah menganjurkan agar para pengunjung membeli tiket secara daring (online) atau pembayaran secara nontunai. Ini dilakukan demi menghindari kerumunan yang biasanya kita temukan ketika antri mengambil tiket.

Pakar epidemiologi Pandu Riono menuturkan, "Orang juga dipastikan jangan beli tiket di situ (di bioskop). Jadi karena sudah (kapasitas penonton dibatasi) 50%, ya beli tiket secara online. Diarahkan ke sana (beli tiket online) semua sehingga bioskop kapasitasnya ketahuan. Lalu jangan lupa juga untuk cek suhu (tubuh tiap pengunjung, red)."

Dia juga menegaskan agar pengelola perlu memastikan protokal kesehatan bagi para pengunjungnya, seperti mengenakan masker dan jaga jarak.

3. Pegangan Kursi

Walaupun pengunjung sudah bermasker, virus masih bisa menempel di baju-baju mereka. Oleh karena itu, pengelola diharapkan menyiapkan arm cover atau sarung untuk pegangan tangan di kursi penonton. Sarung ini perlu diganti pada setiap pemutaran film atau pergantian penonton.

4. Makanan Bioskop

Pemerintah menegaskan agar pengelola tidak menjual makanan dan minuman di dalam ruang teater. Tapi pengunjung diperbolehkan jika memesan makanan antar sebelum memasuki ruang teater.

Djonny berharap aktivitas ekonomi kreatif seperti industri perfilman ini bisa kembali berjalan lancar.

Mari kita bersama-sama berdoa agar setiap persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga bioskop dapat kembali melakukan kegiatan operasional dan dapat kembali memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya industri perfilman Tanah Air," kata Djonny.

Ikuti perkembangan tentang bioskop di website indodcp.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Chat kami sekarang!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram