info@indodcp.com
Jakarta, Indonesia
July 13, 2020

6 FAQ Tentang DCP Atau Digital Cinema Package

Dunia penayangan bioskop yang berkembang pesat membuat para pelaku rumah produksi memutar otak untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. Mereka melakukan penyesuaian pada berbagai aspek, seperti dari segi shooting film, dari segi kualitas suara, hingga segi format file sekalipun yang harus berbentuk DCP. Sebenarnya apa itu DCP, dan apa FAQ tentang DCP yang seringkali ditanyakan oleh orang awam? Berikut ini ulasan selengkapnya.

FAQ Tentang DCP

DCP adalah singkatan dari kata Digital Cinema Package, yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai Paket Sinema Digital. DCP sangat terkenal di dunia penayangan film bioskop, karena merupakan format standar video yang akan ditayangkan. Format file video yang biasa tidak bisa ditayangkan karena tidak cocok dengan perangkat pemutar film yang ada di bioskop.

Bagaimana Bentuk Dari DCP?

Bentuk dari format .dcp tidak terlalu bisa dideskripsikan, sama seperti format video lain seperti .mp4 atau .mpeg yang bersifat digital. Jadi, jika ada orang yang berbicara panjang lebar mengenai format video DCP, file tersebut tidak bisa dipegang atau diraba bentuk fisiknya.

Hanya saja, dalam proses distribusi file film baru dari rumah produksi ke pihak bioskop, dilakukan transfer file melalui berbagai media. Seperti DVD, harddisk, kaset, dan lain sebagainya. Namun pada umumnya, untuk file DCP film baru seperti untuk Box Office, ditransfer menggunakan hard disk berukuran besar.

Seberapa Penting File Berformat DCP?

Jika ditanya seberapa pentingnya, pasti file berformat DCP merupakan file yang sangat penting bagi dunia penayangan film di bioskop. Seperti ketika Anda ingin membuka file .ppt di Microsoft Powerpoint atau file .doc dan .docx untuk aplikasi Microsoft Word. Jadi, file video yang masih berformat aslinya harus dikonversi terlebih dahulu menjadi format DCP untuk bisa ditayangkan di bioskop.

Asal Anda tahu, produk yang digunakan untuk menjalankan file video atau film di bioskop adalah produk khusus yang hanya bisa menayangkan file DCP. Sehingga video berformat DCP adalah syarat mutlak bagi rumah produksi yang ingin filmnya ditayangkan dengan mulus di layar tancap.

Apa Saja File Video Yang Bisa Dikonversi Menjadi DCP?

Secara umum, berbagai file video asli seperti .mp4 dan .mpeg bisa dikonversi menjadi format DCP. Namun secara khusus, berbagai format video yang bisa dirubah menjadi format DCP adalah VOB, M2TS, AVI, WMV, MKV, dan berbagai format video lainnya. Tak hanya itu, format gambar seperti PNG dan JPEG pun bisa dirubah menjadi format DCP untuk ditayangkan di bioskop.

Bagaimana Alur Penayangan Video Dengan Format DCP?

Terlebih dahulu rumah produksi melakukan konversi file video mereka menuju format DCP. Setelah itu, mereka mengirimkan harddisk berisi file DCP ke bioskop untuk kemudian melalui proses ingest atau copy ke perangkat bioskop yang menayangkan. Setelah itu file DCP dan perangkat harddisk dikembalikan ke rumah produksi.

Adakah Jasa Mastering File DCP Berkualitas?

Memang banyak sekali post production house yang melayani proses konversi file video asli ke format DCP, dan salah satunya yang terbaik adalah INDO DCP. Pada tahun 2013, INDO DCP melakukan debut dengan melakukan mastering DCP untuk 5 buah film untuk acara China Movie Week. Setelah itu pada tahun 2014 mereka melakukan mastering film karya Usmar Ismail untuk Hari Film Nasional.

Pada tahun 2016 hingga 2019 pun mereka melakukan berbagai proyek bergengsi seperti berkontribusi terhadap acara Eagle Awards Documentary Competition. Untuk bisa bekerjasama dengan INDO DCP, Anda bisa mengunjungi website resmi mereka di www.indodcp.com.

Itulah beberapa FAQ tentang DCP yang sering sekali ditanyakan oleh orang yang awam ataupun penasaran akan dunia bioskop. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk bekerjasama dengan pihak INDO DCP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Chat kami sekarang!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram