info@indodcp.com
Jakarta, Indonesia
July 13, 2020

Tidak Tayang di Bioskop, Tonton Film Humba Dreams di Netflix.

Ketika film tentang daerah pedalaman di Indonesia semakin jarang diproduksi, Netflix pada Kamis lalu (09/07/20) mulai menayangkan karya Riri Riza dan Mira Lesmana yang berjudul Humba Dreams.

Film ini bercerita tentang seorang mahasiswa dari Jakarta yang dipaksa pulang ke Sumba, kampung halamannya, untuk mengungkap misteri wasiat mendiang ayahnya.

Film Humba Dreams Belum Pernah Tayang di Bioskop.

Film Humba Dreams sebenarnya sudah rilis sejak 10 November 2019. Lantaran pandemi Covid-19 yang tiba-tiba menyerang dunia di awal tahun 2020, dibatalkanlah penayangannya di bioskop-bioskop komersial Indonesia.

Walau demikian, film yang berdurasi 75 menit ini sudah pernah dipertontonkan kepada publik pada acara-acara eksklusif.

Sebut saja World Premiere Shanghai International Film Festival. Di sana, film Humba Dreams tayang untuk pertama kalinya pada 17 Juni 2019.

Berkolaborasi dengan Studio Batu, film ini juga menjadi bagian dari ARTJOG 2019. Itu adalah perhelatan seni kontemporer terbesar di Indonesia.

Film Humba Dreams juga sempat didistribusikan ke sejumlah komunitas film di 5 kota besar di Indonesia. Misalnya Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Japanese Film Festival, dan Kineforum.

Hal tersebut dilakukan agar sang sineas bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan para penonton seputar film yang satu ini.

Hebatnya, film produksi Miles Film ini bahkan pernah meraih penghargaan saat masih dalam tahap ide cerita. Yaitu CJ Entertainment Award saat mengikuti Asian Project Market (APM) Busan International Film Festival pada 2017 lalu.

Humba Dreams kemudian memeroleh predikat film terbaik untuk kategori Film Independen Non-Bioskop Reguler Terpilih di ajang Piala Maya 2019.

Kisah di Balik Film Humba Dreams.

Ide untuk film yang berlatar di Kota Wainapo, Sumba Timur ini ternyata sudah ditemukan oleh Riri Riza, sang penulis, sejak tahun 2012 lalu saat dia sedang menggarap film Pendekar Tongkat Emas.

Ceritanya, dia dan Mira Lesmana yang juga ikut dalam proses pengerjaan, berjalan kaki dari tempat penginapan ke daerah sekitar untuk mencari tempat makan. Di tengah jalan, Riri terkejut karena menemukan sebuah toko kecil untuk mencuci foto.

Dia tidak berpikir bahwa di zaman digital sekarang, masih ada orang-orang yang menggunakan kamera analog. Dari sana, dia berencana untuk membuat film tentang hal itu.

Setelah Mira Lesmana baru saja menyelesaikan proyek film Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016), Riri mengajaknya untuk membuat film nonkomersial. Riri Riza langsung menawarkan idenya yang terinspirasi dari toko kamera di Sumba saat itu.

Tanpa berlama-lama, Mira Lesmana langsung menyetujui saran Riri. Dia sendiri berpikir bahwa aktifitas itu bisa menjadi penghilang stres setelah membuat film komersil.

Sinopsis Awal Film Humba Dreams.

Martin tiba-tiba diminta pulang oleh ibunya ke Sumba Timur. Martin adalah seorang mahasiswa perfilman di Jakarta yang sedang membuat proyek film bersama teman-temannya.

Namun karena sang ibu terus memaksa, mau tak-mau dia pun pergi ke pulau di daerah NTT itu. Sesampainya di sana, sang ibu bercerita bahwa mendiang ayahnya menitipkan sebuah kotak yang hanya boleh dibuka jika ada Martin.

Ayahnya meninggal tiga tahun lalu. Jasadnya belum dikubur karena sang ibu belum punya uang yang cukup untuk biaya pemakaman.

Diketahui, masyarakat Sumba Timur, khususnya yang berkepercayaan Marapu, sangat mensakralkan kematian.

Mereka biasanya akan mengadakan acara besar-besaran untuk prosesi pengebumian pihak keluarga. Terkadang penguburan mayat bisa ditunda hingga bertahun-tahun akibat syarat-syarat yang belum terpenuhi.

Saat kotak dibuka, ternyata isinya adalah sebuah rol film ukuran 16 mm. Film jenis ini jelas tidak bisa diputar menggunakan peralatan zaman sekarang. Martin bingung harus berbuat apa dengan benda kuno itu.

Martin pun berkeliling kota untuk mencari tempat yang bisa mencuci film analog. Sampai suatu hari, dia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita bernama Ana.

Ana adalah pembantu di sebuah penginapan turis yang kesepian akibat ditinggal oleh sang suami pergi bekerja ke Malaysia. Ia sendiri pun tidak tahu-menahu tentang kabar suaminya itu.

Martin jatuh cinta pada pandangan pertama. Keduanya menjadi kian dekat dengan hubungan yang tarik-ulur. Upaya Martin mengetahui wasiat sang ayah juga terus berlanjut.

Kisah asmara dan petualangan yang diselilipi oleh isu sosial masyarakat Sumba Timur, berupa kurangnya lapangan kerja dan diskriminasi terhadap kepercayaan minoritas, menjadikan film ini punya daya tarik tersendiri.

Duduk yang manis, buka Netflix, dan saksikan film yang punya cita rasa budaya ini, Humba Dreams.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Chat kami sekarang!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram