Naming Convention DCP: Cara Membaca dan Menamai Paket Film
Nama paket DCP bukan sekadar label. Pelajari struktur Digital Cinema Naming Convention agar operator bioskop langsung tahu isi, versi, dan format film Anda.
Daftar isi
Bayangkan seorang operator bioskop membuka server dan melihat puluhan paket dengan nama yang mirip. Tanpa aturan yang seragam, ia harus menebak mana film utama, mana trailer, dan versi mana yang memiliki subtitle yang benar. Di sinilah naming convention DCP berperan, yaitu standar penamaan yang membuat isi paket bisa dibaca sekilas dari judulnya.
Standar yang dipakai luas di industri adalah Digital Cinema Naming Convention. Dalam artikel ini Anda akan mempelajari struktur nama tersebut, arti setiap kode, contoh penerapannya, serta kesalahan yang sering terjadi. Panduan ini berguna baik bagi produser, editor, maupun siapa pun yang menyiapkan materi untuk bioskop.
Apa Itu Digital Cinema Naming Convention
Digital Cinema Naming Convention adalah kesepakatan industri untuk menulis Content Title Text, yaitu nama yang tampil di server dan tercatat di dalam CPL. Nama ini terdiri dari beberapa bidang yang dipisahkan garis bawah. Setiap bidang memuat informasi tertentu, misalnya jenis konten, rasio gambar, bahasa, format audio, dan standar paket.
Konvensi ini bukan aturan hukum, tetapi praktik yang diikuti distributor, laboratorium, dan bioskop di banyak negara. Dengan mengikutinya, Anda membantu operator memilih konten yang benar dan mengurangi risiko salah putar. Nama yang rapi juga memudahkan arsip internal Anda sendiri ketika film memiliki banyak versi dan dikirim ke banyak lokasi.
Struktur Naming Convention DCP
Urutan bidang dalam nama DCP pada umumnya seperti berikut. Tidak semua bidang wajib diisi untuk setiap jenis konten, tetapi urutannya sebaiknya dijaga.
| Bidang | Contoh | Keterangan |
|---|---|---|
| Judul film | MyFilm | Judul singkat tanpa spasi |
| Jenis konten | FTR, TLR, ADV | Film utama, trailer, iklan, dan lainnya |
| Rasio proyeksi | F atau S | Flat atau Scope |
| Bahasa | ID-EN | Bahasa audio diikuti bahasa subtitle |
| Teritori dan rating | ID-SU | Wilayah tayang dan klasifikasi usia |
| Audio | 51 atau 71 | Konfigurasi kanal audio |
| Resolusi | 2K atau 4K | Resolusi gambar |
| Studio | Kode singkat | Pemilik atau distributor konten |
| Tanggal | 20260101 | Format tahun, bulan, hari |
| Fasilitas | Kode singkat | Pihak yang membuat DCP |
| Standar | SMPTE atau IOP | Standar paket |
| Tipe paket | OV atau VF | Versi asli atau versi tambahan |
Kode Jenis Konten
Kode jenis konten membantu operator menyusun playlist. Beberapa kode yang sering dipakai:
- FTR untuk feature atau film utama.
- TLR untuk trailer.
- TSR untuk teaser.
- ADV untuk iklan atau advertisement.
- SHR untuk film pendek.
- PSA untuk iklan layanan masyarakat.
Kode jenis konten juga dapat diberi nomor versi, misalnya FTR-1 atau TLR-2, untuk membedakan revisi.
Kode Bahasa dan Audio
Bahasa ditulis dengan kode singkat, dimulai dari bahasa audio lalu bahasa subtitle. Jika tidak ada subtitle, sebagian fasilitas memakai XX sebagai penanda. Untuk audio, angka 20 menandakan stereo, 51 menandakan 5.1, dan 71 menandakan 7.1. Penjelasan kanal audio tersedia di artikel audio DCP 5.1 7.1.
Kode Rasio, Resolusi, dan Standar
Bidang rasio proyeksi sangat penting karena menjadi petunjuk bagi operator untuk memilih preset layar. Huruf F menandakan Flat dan S menandakan Scope. Sebagian fasilitas menambahkan rasio gambar aktif setelahnya bila gambar tidak memenuhi seluruh wadah, misalnya materi 2.00:1 di dalam wadah Flat.
Bidang resolusi berisi 2K atau 4K, sedangkan bidang standar menandakan apakah paket dibuat dengan format SMPTE atau Interop. Informasi ini membantu bioskop memastikan server mereka mampu memutar paket tersebut sebelum proses ingest dimulai. Dengan begitu, masalah kompatibilitas bisa diketahui lebih awal, bukan saat jadwal tayang sudah dekat.
Contoh Penerapan Naming Convention DCP
Berikut contoh nama untuk sebuah film fiktif berjudul MyFilm dengan audio bahasa Indonesia, subtitle Inggris, format Flat, audio 5.1, resolusi 2K, standar SMPTE, sebagai versi asli:
MyFilm_FTR-1_F_ID-EN_ID_51_2K_STD_20260101_FAC_SMPTE_OV
Dari nama itu, operator langsung tahu bahwa paket berisi film utama, ditayangkan pada preset Flat, berbahasa Indonesia dengan subtitle Inggris, memakai audio 5.1, dan merupakan paket OV. Jika Anda kemudian membuat versi dengan subtitle bahasa lain, cukup ubah bidang bahasa dan tipe paket menjadi VF. Konsep OV dan VF dibahas lebih dalam di artikel versioning DCP OV VF.
Kesalahan Umum dalam Penamaan
Penamaan yang keliru bisa berdampak nyata, mulai dari salah putar hingga pemutaran dengan preset layar yang salah. Kesalahan yang sering kami temui antara lain:
- Memakai spasi atau karakter khusus yang tidak didukung semua server.
- Menulis judul terlalu panjang sehingga bagian penting terpotong di tampilan server.
- Memberi kode F padahal gambar sebenarnya Scope, atau sebaliknya.
- Tidak mencantumkan kode bahasa subtitle sehingga versi sulit dibedakan.
- Lupa memperbarui tanggal atau nomor versi saat ada revisi.
Ingat juga bahwa mengganti nama folder di harddisk tidak mengubah nama di dalam CPL. Nama resmi sebaiknya ditetapkan saat proses mastering, bukan diubah manual setelah paket jadi.
Tips Menyusun Nama yang Rapi
Sebelum mastering, siapkan daftar informasi teknis film secara lengkap. Data ini akan memudahkan tim membuat nama yang konsisten untuk semua versi.
- Tentukan judul singkat yang mudah dikenali dan tidak berubah antarversi.
- Pastikan rasio, bahasa, dan format audio sudah final.
- Gunakan kode fasilitas dan studio yang konsisten di semua paket.
- Catat setiap versi dalam satu dokumen agar mudah dilacak.
Penutup
Naming convention DCP membuat setiap paket mudah dikenali: jenis konten, rasio, bahasa, audio, resolusi, standar, dan tipe paket terbaca langsung dari nama. Mengikuti Digital Cinema Naming Convention mengurangi risiko salah putar dan memudahkan koordinasi dengan bioskop.
INDO DCP selalu menerapkan penamaan standar pada setiap paket yang kami buat. Kunjungi halaman layanan kami atau hubungi tim kami bila Anda membutuhkan bantuan menyusun nama dan versi DCP.