Lewati ke konten
indodcp
Teknis & Mastering

Versioning DCP OV VF: Cara Efisien Membuat Banyak Versi Film

Satu film sering butuh banyak versi bahasa, subtitle, atau audio. Dengan sistem OV dan VF, Anda tidak perlu mengirim ulang seluruh gambar untuk setiap versi.

ID Tim INDO DCPPenulis Terbit 4 menit baca
Daftar isi
  1. Apa Itu OV dan VF
  2. Cara Kerja Versioning DCP OV VF
  3. Contoh Skenario Sederhana
  4. Kapan Versioning OV VF Dipakai
  5. Keuntungan dan Risiko Sistem OV VF
  6. Enkripsi pada OV dan VF
  7. Tips Mengelola Banyak Versi
  8. Penutup

Satu film jarang hanya memiliki satu versi. Ada versi dengan subtitle Inggris untuk festival, versi tanpa subtitle untuk penonton lokal, mungkin juga versi audio berbeda atau versi dengan kartu judul yang diganti. Mengirim paket lengkap untuk setiap versi akan memboroskan ruang penyimpanan dan waktu ingest. Solusinya adalah versioning DCP OV VF, sistem yang memungkinkan berbagai versi berbagi aset yang sama.

Dalam artikel ini Anda akan memahami apa itu Original Version dan Version File, bagaimana keduanya bekerja melalui CPL, kapan sistem ini tepat dipakai, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengirim dan meng-ingest paket di bioskop.

Apa Itu OV dan VF

OV atau Original Version adalah paket DCP lengkap yang berdiri sendiri. Paket ini berisi seluruh aset yang diperlukan untuk memutar film, yaitu track file gambar, audio, dan bila ada, subtitle, beserta CPL, PKL, ASSETMAP, dan VOLINDEX.

VF atau Version File, sering juga disebut supplemental package, adalah paket tambahan yang hanya berisi aset yang berbeda dari OV. Misalnya, VF untuk subtitle Inggris cukup berisi file subtitle baru dan CPL baru. CPL tersebut merujuk ke track gambar dan audio yang sudah ada di OV, ditambah subtitle baru dari VF.

Cara Kerja Versioning DCP OV VF

Kunci sistem ini ada pada CPL atau Composition Playlist. CPL adalah daftar yang menentukan aset apa saja yang diputar dan dalam urutan apa. Setiap aset dikenali melalui identitas unik, bukan nama file. Karena itu, CPL di dalam VF bisa merujuk aset yang secara fisik berada di paket OV.

Saat bioskop meng-ingest OV terlebih dahulu, server menyimpan seluruh aset di penyimpanan internal. Ketika VF di-ingest, server membaca CPL baru, menemukan aset yang dirujuk sudah tersedia, lalu menggabungkannya dengan aset tambahan dari VF. Hasilnya, operator melihat dua komposisi berbeda yang bisa dipilih di playlist.

AspekOVVF
IsiSeluruh aset gambar, audio, subtitleHanya aset yang berbeda
Bisa diputar sendiriYaTidak, membutuhkan OV
UkuranBesarUmumnya jauh lebih kecil
Kode di nama paketOVVF

Contoh Skenario Sederhana

Misalkan Anda memiliki film berbahasa Indonesia tanpa subtitle sebagai OV. Kemudian, film tersebut diundang ke festival luar negeri dan diminta versi dengan subtitle Inggris. Alih-alih membuat dan mengirim paket baru berukuran ratusan gigabyte, tim mastering cukup membuat VF berisi file subtitle Inggris dan CPL baru. Paket tambahan ini biasanya berukuran sangat kecil sehingga mudah dikirim.

Di server, operator kini memiliki dua pilihan komposisi: versi tanpa subtitle dan versi dengan subtitle Inggris. Keduanya memakai track gambar dan audio yang sama dari OV.

Kapan Versioning OV VF Dipakai

Sistem ini paling bermanfaat ketika gambar sama, tetapi elemen lain berbeda. Beberapa contoh penggunaan yang umum:

  • Versi subtitle untuk berbagai bahasa dengan gambar dan audio yang sama.
  • Versi audio dengan dubbing bahasa lain.
  • Versi dengan reel tertentu yang diganti, misalnya kartu judul atau kredit lokal.
  • Versi dengan konfigurasi audio berbeda, misalnya stereo dan 5.1.
  • Revisi kecil setelah film beredar, tanpa harus mengirim ulang seluruh gambar.

Jika gambar berubah di banyak bagian, atau versi baru memakai resolusi atau frame rate berbeda, membuat OV baru sering lebih praktis. Keputusan ini sebaiknya didiskusikan dengan tim mastering.

Keuntungan dan Risiko Sistem OV VF

Keuntungan utama versioning DCP OV VF adalah efisiensi. Ukuran pengiriman jauh lebih kecil, waktu ingest lebih singkat, dan ruang penyimpanan server lebih hemat. Untuk distribusi ke banyak lokasi, penghematan ini cukup terasa.

Namun, ada risiko yang perlu diantisipasi:

  1. OV belum ada di server. VF tidak bisa diputar jika OV belum di-ingest. Pastikan bioskop sudah memiliki OV yang benar.
  2. OV yang berbeda. VF hanya bekerja dengan OV yang asetnya dirujuk. Jika OV dibuat ulang, VF lama tidak lagi cocok.
  3. OV terhapus. Bila operator menghapus OV untuk mengosongkan ruang, semua VF yang bergantung padanya ikut tidak bisa diputar.
  4. Kebingungan versi. Tanpa penamaan yang jelas, operator bisa memilih komposisi yang salah.

Enkripsi pada OV dan VF

Jika paket dienkripsi, KDM dibuat untuk CPL tertentu. Artinya, setiap komposisi yang ingin diputar, baik dari OV maupun VF, memerlukan KDM yang sesuai. Sampaikan dengan jelas kepada bioskop komposisi mana yang menjadi target KDM.

Tips Mengelola Banyak Versi

Agar sistem OV dan VF berjalan lancar, perhatikan beberapa kebiasaan berikut. Pertama, terapkan penamaan yang konsisten sesuai Digital Cinema Naming Convention, termasuk kode bahasa dan tipe paket. Panduannya ada di artikel naming convention DCP.

Kedua, kirim OV dan VF bersamaan atau pastikan OV tiba lebih dulu. Ketiga, sertakan catatan tertulis yang menjelaskan hubungan setiap VF dengan OV-nya. Terakhir, simpan arsip OV asli dengan baik, karena semua versi berikutnya bergantung padanya. Untuk versi subtitle, baca juga artikel subtitle DCP agar teks tampil sesuai standar.

Penutup

Versioning DCP OV VF memungkinkan satu film memiliki banyak versi bahasa, subtitle, atau audio tanpa mengirim ulang seluruh gambar. OV berisi paket lengkap, sedangkan VF hanya membawa aset yang berbeda dan CPL baru yang merujuk ke OV. Dengan penamaan rapi dan koordinasi ingest yang baik, sistem ini menghemat waktu dan biaya distribusi.

INDO DCP menyediakan layanan versioning untuk subtitle, audio, maupun penggantian reel. Lihat layanan kami atau hubungi tim kami untuk merencanakan versi film Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak. VF hanya berisi aset yang berbeda dan merujuk aset gambar serta audio di OV, sehingga OV harus sudah ada di server.

Kode OV dan VF ditulis di bagian akhir nama paket sesuai Digital Cinema Naming Convention, sehingga operator langsung tahu jenis paketnya.

Jika gambar berubah di banyak bagian atau resolusi dan frame rate berbeda, membuat OV baru biasanya lebih sederhana dan aman.

Ya. KDM dibuat untuk CPL tertentu, sehingga setiap komposisi terenkripsi yang akan diputar memerlukan KDM yang sesuai.
Bagikan: WhatsApp Facebook X LinkedIn

Baca juga

Semua artikel →

Film atau iklan Anda siap tayang di bioskop?

Hubungi kami untuk konsultasi teknis maupun penawaran harga. Tim kami membantu dari master file sampai KDM.